Jumat, 14 Juni 2013

Bantuan Langsung Sementara Masyarakat

Akibat kenaikan BBM bagi masyarakat Indonesia tidak bisa kita pungkiri akan terjadi. Rencana kenaikan harga BBM oleh Pemerintah dan juga iklan-iklan layanan masyarakat dari pemerintah mengenai sosialisasi harga BBM naik juga telah banyak memicu serta menimbulkan demo penolakan harga BBM naik di masyarakat. Baik yang dilakukan oleh para mahasiswa maupun dari berbagai kalangan masyarakat sendiri yang menolak kenaikan harga BBM ini. Karena memang dampak kenaikan harga BBM bagi rakyat terutama rakyat kecil akan begitu sangat terasa.

Pengalaman kenaikan harga BBM pada 2005 menyebabkan peningkatan kemiskinan hingga 17 %,  hal ini memberikan  pelajaran berharga  bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi akan berkontribusi pada inflasi,  yang akan menggerus daya beli masyarakat miskin, sebab setiap kenaikan BBM subsidi 10 persen akan menyebabkan inflasi 0,8 - satu persen.

Guna tetap menjaga daya beli kelompok masyarakat miskin  diperlukan bentuk kompensasi  untuk tetap menjaga daya belinya,  melalui percepatan dan perluasan sejumlah perlindungan sosial paska kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi. Kebijakan ini ditempuh sebagai refleksi dari komitmen pengejawantahan amanat konstitusi melalui pendistribusian kesejahteraan yang berkeadilan dan memprioritaskan upaya perlindungan bagi kelompok masyarakat miskin.
Mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM  serta sebagai bentuk proteksi terhadap masyarakat miskin, pemerintah berencana  akan mengimplementasikan Percepatan dan Program Perluasan Perlindungan Sosial (P4S) dengan prinsip meningkatkan alokasi baik pada unit cost maupun pada jumlah sasaran.

Total kebutuhan dana yang diperlukan guna mendukung Percepatan dan Perluasan Program Perlindungan Sosial (P4S), yang perlu mendapatkan persetujuan DPR guna dialokasikan dalam APBN-P 2013,   berkisar Rp 29-31 triliun, sebagai wujud keadilan bagi rakyat miskin sekaligus bentuk proteksi terhadap dampak kenaikan harga BBM.

P4S tersebut  rencananya akan dielaborasi melalui empat skema, meliputi tiga program regular yakni Raskin, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Siswa Miskin (BSM), serta skema keempat yakni Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang akan diberikan selama enam bulan paska kenaikan harga BBM subsidi.

Pertama, program Raskin ditambah 3-4 kali penyaluran atau 15-16 kali penyaluran dalam setahun dengan tambahan anggaran sekitar Rp. 4.3 – 5.7 triliun dari alokasi saat ini sebesar Rp 17.1 triliun. Program raskin ini selain ditingkatkan frekuensinya, juga diharapkan dapat dipercepat mengingat kebutuhan raskin menjadi kritikal bagi kelompok masyarakat miskin.
Program raskin ini diharapkan dapat memenuhi 40 persen kebutuhan beras rumah tangga sasaran sebesar 38 kg per bulan per RTS. Program raskin ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan sebesar 1.2 persen atau sebanyak 3 juta jiwa.

Kedua, Program keluarga Harapan (PKH) yang ditargetkan bagi rumah tangga sangat miskin yang memiliki ibu hamil atau menyusui dan anak usia 0-15 tahun. Program Keluarga Harapan ini dinaikkan unit cost-nya dari Rp 1.39 juta menjadi Rp. 1.8 juta per RTSM/tahun dengan 2.4 juta rumah tangga sangat miskin dan diharapkan dapat menekan angka kemiskinan sebesar 0.25 persen. Tambahan anggaran yang dibutuhkan dari program ini sekitar Rp 728.9 miliar dari alokasi saat ini sebesar Rp.2.8 triliun.

Ketiga, program Bantuan Siswa Miskin (BSM) ditingkatkan baik unit cost maupu jumlah penerima bantuan. Pemerintah sedang menyiapkan usulan penambahan jumlah penerima BSM hingga mencapai 17.1 juta siswa (30 persen dari total siswa) dari 8.7 juta siswa yang dialokasikan saat ini. Begitu pula bantuan yang diberikan dinaikkan Rp. 400 ribu per siswa/tahun. Dengan penambahan jumlah penerima dan unit cost ini, total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp. 15.3 triliun atau tambahan Rp. 10.7 triliun dari saat ini sebesar Rp.4.6 triliun.

Kempat, yakni Bantuang langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dengan 15,5 juta rumah tangga yang diberikan selama enam bulan berturut turut sebesar Rp 150 ribu per RT/bulan. Kebutuhan anggaran untuk program ini mencapai Rp. 14 triliun.
Bila skenario  yang digagas pemerintah tersebut disetujui oleh DPR,  maka dana penghematan bersih yang dapat digunakan, dari penghematan belanja subsidi energi dikurangi dana BLSM untuk bantuan sosial, adalah sekitar Rp14 triliun sampai Rp36 triliun.

Dengan penghematan itu diperkirakan defisit anggaran belanja pemerintah pusat akan berada pada kisaran 1,9 persen -2,3 persen dari PDB pada akhir tahun, atau masih dalam batas aman yang ditentukan UU Keuangan Negara.
Dalam kajian IMF di awal 2013, salah satu indicator keberhasilan sejumlah Negara seperti Yaman, Nigeria, Afrika Selatan dan Brazil dalam mengelola kebijakan subsidi BBM juga dilakukan melalui  kebijakan dana kompensasi (cash transfer).

Urgensi  pengendalian BBM bersubsidi  merupakan  faktor determinan terhadap upaya menciptakan kesehatan fiskal dan APBN,  guna  menjamin kontinuitas berbagai program peningkatan kesejahteraan rakyat, sehingga dibutuhkan visi bersama  untuk segera merumuskan dan menyepakati solusi  serta langkah kongkrit antisipasi terhadap dampak pengendalian BBM bersubsidi, dengan mengedepankan kepentingan nasional dan momentum yang ada.

Upaya peningkatan pengendalian subsidi  BBM melalui kenaikan harga BBM dan proteksi terhadap rakyat miskin rakyat miskin,   diharapkan akan dapat  menciptakan kesehatan fiskal  dan  APBN serta keadilan bagi rakyat miskin, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan ketahanan ekonomi,  ditengah ketidakpastian ekonomi global,  serta yang tak kalah pentingya adalah semakin meningkatnya alokasi pembiayaan berbagai program  peningkatan kesejahteraan rakyat melalui perluasan pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan berbagai program pembangunan inklusif lainnya.  Semoga.







sumber :
http://www.antaranews.com/print/378755/blsm-pertolongan-pertama-pada-kenaikan-bbm
http://setkab.go.id/en/artikel-8534-.html




Senin, 13 Mei 2013

mengesankan

Pengalaman yang mengesankan dan tidak akan pernah saya lupakan sepanjang hidup saya,,
Januari 2012..
Semua berawal dari gelak tawa saya dengan sepupu perempuan saya, kita berencana untuk pergi ke suatu tempat dan tempat itu "curug nangka".
Kita pergi menggunakan kendaraan motor, perjalanan cukup dan bahkan sangat menyenangkan,, banyak kejadian-kejadian yang tidak kita bayangkan, seperti ada mobil mogok dijalan yang agak menanjak, motor kita sempat mogok,, yah, mungkin kalo kata orang bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian..
heheheheeee....

Dalam perjalanan hanya tempat itulah yang ada pada bayangan kita, kita sudah tidak sabar lagi untuk cepat sampai disana..
Sesudah 3-4 jam dalam perjalanan menyusuri jalanan yang begitu penuh dengan tantangan akhirnya kita sampai juga di tempat tersebut..
Sesampainya disana kita tidak langsung ketempat air terjun yang kata orang itu lumayan bagus, tapi kita menyewa sebuah vila,,walaupun gak cukup besar tapi lumayanlah daripada harus tidur dipinggir jalan,,
Padahal tidak ada pikiran saya untuk menginap, tapi karena kenakalan kita berdua akhirnya kita menginap. Lebih gak nyangka lagi,kita berdua bohong kepada kedua orang tua kita,,heeee...
white lie boleh ga ya?
semoga Tuhan mengampuni kita berdua..
Sudah larut malam, saatnya cari makan..
Lagi seneng-senengnya pesan makanan dan bisa nginep diluar rumah ehh tau-tau bokap telpon, saya panik dong,,,
Kita makn tapi dengan persaan yang sedikit takut, buakn sedikit lagi tapi sekarang jadi banyak...
dan mulai lagi kegilaan kita,,kita berbohong lagi, saya dan sepupu saya bilang kalo kita sedang main voli disekitar sukabumi dan pertandingan diundur besok paginya karena hujan lebat.
wahhhhh,,kita berdua panik setengah mati,,kita minta bantuan kepada salah satu penginap di vila tersebut,,untungnya tuh ibu-ibu ga minta imbalan apa-apa.
semoga Tuhan yang balas,,
Malam-malam laper dan akhirnya menahan lapar kita tidur,,
Parahnya lagi tuh kamar dinginnya bukan maen, AC 2 pk saya rasa kalah dinginnya,,,
sengsara banget,,
akhirnya bisa tidur juga,,
bangun besok pagi,,nyari sarapan,laper..
kita liat tukang nasi uduk di depan vila, tapi pas kita mau beli kok tuh ibu-ibu yang jual nasi uduk udah ga ada,,ga tau tuh kemana,mungkin dia lari kali ya jualannya,,
hahaahaaaaa.....
akhirnya kita makan deket curug nangka,
makan nasi pake kentang sambel,,,
gila,mahal banget harganya,,kurang ajar tuh yang jualan,tau aja kalo kita bukan orang penduduk situ,.
habis makan kita langsung ke curug nangka,,
gak nyangka,,JAUH banget..
gak tau udah berapa anak tangga yang udah kita naekin dan turunin, tapi ga nyampe-nyampe juga..
tapi ga berapa lama kemudian kita sampe, lumaya bagus lah..
tpi banyak banget orang, dan pas kita kesana sedang musim hujan. jadi kita ga bisa menikmati pemandangan disekitar curug..
Kurang lebih 3 jam kita disana, abis itu kita balik ke vila dan siap-siap mau pulang...
Perjalanan pulang juga ga kalah serunya dengan perjalanan kita waktu pergi,,
perjalanan pulang yang diguyur hujan ga ada berhentinya, segala kacamata ketinggalan ditempat berteduh, jalanan yang ancur, angkot yang ngetem sembarangan, laper..
lengkap sudah semuanya,,
4 jam perjalanan akhirnya kita sampai dirumah dengan selamat,
Amin...
perjalanan yang mengesankan menggunakan "si hitam" yang ga akan pernah terlupakan sampai kapanpun.....

STRATEGI UNTUK MEMBANGUN KETAHANAN NASIONAL

Upaya yang dapat saya lakukan selaku warga negara Indonesia yaitu salah satunya dengan mengembangkan budaya Indonesia.
Membuat salah satu budaya dari Indonesia lebih terkenal lagi dinegara-negara lain.
Menjaga kebudayaan kita agar tidak diakui oleh negara lain,.
Terutama dari negara-negara yang ingin membuat hak paten terhadap kebudayaan yang sudah dari dahulu ada di bumu pertiwi kita ini.
Diantaranya yaitu,
  • Angklung (alat musik tradisional dari Jawa Barat)

  • Kekayaan alam

  •  Hewan-hewan langka






 

 



Dan masih banyak lagi kekayaan dari negara kita Indonesia, dan juga banyak jenis hewan langka yang hidup di wilayah Indonesia ini.
Oleh karena itu kita harus menjaganya dan mempertahankan agar semua warisan dari nenek moyang kita tidak musnah begitu saja tetapi dapat bertahan hingga penerus kita nanti dapat mengetahui apa saja yang kita perjuangkan dan pertahankan selama ini.